Dunia Rivellon yang Brutal dan Penuh Kebebasan
Divinity: Original Sin 2 membawa Akang ke dunia Rivellon, tempat para pengguna Source diburu dan dipenjara karena dianggap ancaman. Premisnya sederhana namun berkembang menjadi konflik epik soal kekuasaan dan takdir. Dari awal permainan, kebebasan langsung terasa: hampir setiap quest punya banyak solusi, dan pendekatan yang kreatif sering kali lebih efektif daripada cara konvensional. Tidak ada jalur tunggal yang memaksa, bahkan pembunuhan karakter penting bisa mengubah arah cerita secara drastis. Setiap area dirancang seperti sandbox naratif yang padat, bukan sekadar peta luas kosong. Dialognya tajam, sering kali sinis, dan penuh konsekuensi. Dunia terasa hidup karena NPC bereaksi pada ras, latar belakang, hingga reputasi karakter. Kebebasan ekstrem inilah yang membuat tiap playthrough terasa unik dan sulit disamakan dengan pengalaman pemain lain.
Sistem Pertarungan Taktis Berbasis Elemen
Pertarungan di game ini berbasis turn-based dengan sistem action point, namun kedalamannya luar biasa. Elemen seperti api, air, listrik, racun, dan darah bisa saling bereaksi di medan tempur. Air yang terkena listrik menjadi jebakan mematikan, minyak bisa dibakar untuk menciptakan lautan api, dan hujan bisa memadamkan kobaran sekaligus memicu kombinasi baru. Sistem armor fisik dan magic memaksa Akang berpikir strategis sebelum menyerang crowd control. Posisi karakter, ketinggian medan, dan pengelolaan skill menjadi kunci kemenangan. Tidak ada pertarungan yang terasa asal tabrak; semua butuh perencanaan matang. Bahkan pertempuran kecil bisa berubah menjadi kekacauan taktis jika salah langkah. Inilah CRPG yang benar-benar menghargai kecerdikan pemain.
Build Karakter yang Fleksibel dan Kreatif
Game ini memberi kebebasan hampir tanpa batas dalam membangun karakter. Akang bisa mencampur skill dari berbagai school sihir dan kemampuan fisik tanpa terkunci class tradisional. Mau jadi penyihir necromancer yang juga ahli panah? Bisa. Tank berat yang diam-diam ahli teleportasi? Sah saja. Sistem origin character juga menambah kedalaman, karena setiap karakter punya cerita pribadi, dialog unik, dan quest eksklusif. Bahkan memilih karakter buatan sendiri atau origin akan mengubah nuansa naratif secara signifikan. Fleksibilitas ini membuat eksperimen build terasa menyenangkan dan membuka strategi tak terduga di pertempuran.
Narasi Dewasa dan Pilihan Tanpa Hitam Putih
Cerita Divinity: Original Sin 2 tidak menawarkan moralitas sederhana. Banyak keputusan berada di area abu-abu, memaksa pemain RAJA99 LOGIN memilih antara kepentingan pribadi, loyalitas tim, atau nasib dunia. Companion bisa berselisih satu sama lain, bahkan berbalik melawan jika visi berbeda. Konflik politik, fanatisme agama, hingga ambisi kekuasaan dibahas dengan tone dewasa. Dialognya kaya, sering kali penuh filosofi atau humor gelap. Ending yang dihasilkan benar-benar mencerminkan perjalanan dan keputusan sepanjang permainan. Ini bukan sekadar kisah heroik, tetapi refleksi tentang kekuatan dan tanggung jawab.
Presentasi, Musik, dan Warisan Modern CRPG
Secara visual, game ini mengusung perspektif isometrik klasik dengan detail lingkungan yang indah dan penuh interaksi. Soundtrack epik dan voice acting solid memperkuat suasana dramatis maupun intim. Mode co-op hingga empat pemain menambah lapisan chaos dan kreativitas dalam strategi. Warisan game ini terasa besar karena berhasil menghidupkan kembali genre CRPG klasik ke level modern. Banyak yang menganggapnya standar emas RPG taktis sebelum era baru berikutnya. Kombinasi kebebasan sistem, kedalaman taktik, dan narasi kuat menjadikannya salah satu RPG paling berpengaruh dalam dekade terakhir.